Selamat Datang di Website BEM STAIN Pekalongan. segala informasi ada disini * Selamat Datang di Website BEM STAIN Pekalongan. segala informasi ada disini

Tuesday, March 31, 2015

F-KOMIK ke-II dihadiri oleh Waket III

Jum’at 20 maret 2015 dilaksanakan rutinan F-KOMIK untuk yang kedua kalinya. Pada kesempatan ini hadir seluruh pimpinan organ intra yang ada dibawah naungan BEM STAIN Pekalongan. Hadir pula wakil ketua III bidang kemahasiswaan, Drs. Muslih Husein, M.Ag. Dalam pertemuan kali ini membahas mengenai pembagian kantor sekretariat bagi beberapa organ intra yang belum memiliki kantor. Setelah dimusyawarahkan akhirnya muncul mufakat dengan pembagian sebagai berikut; HMPS AT dan HMPS TH menempati ruang bekas sekretariat IKOMA, HMPS BKI menempati ruang bekas sekretariat Menwa, HMPS PGRA dan HMPS PGMI menempati ruang sekretariat KPU-M.

Kementrian dalam negeri BEM STAIN Pekalongan menuturkan, kantor-kantor yang dialih fungsikan tersebut, dalam kesehariannya kurang bisa memberikan manfaat. Ruang bekas sekretariat IKOMA misalnya, jika dihitung dalm setahun paling dibuka pintunya setahun sekali. Ruang bekas menwa sekarang sudah kosong mengingat menwa telah mempunyai sekretariat dan pos jaga yang ada disebelah poliklinik dalam kampus, sehingga sekretariat yang ada dilingkungan graha menjadi kosong. Sedangkan sekretariat KPU-M hanya berfungsi ketika Musim Pemilu Raya Mahasiswa mengingat fungsi KPU-M yang bersifat ad hoc.
“Maka dari itu alangkah lebih bijaknya ketika kantor-kantor yang kurang berfungsi itu dialihfungsikan dengan menyerahkannya kepada organ-organ intra yang belum mendapat kantor sekretariat. Diharapkan dengan pengalihfungsian ruang kantor ini tidak ada lagi fasilitas yang ada di graha mahasiswa menjadi sia-sia dan tidak manfaat. Organ-organ intra yang mendapatkan kantor baru itu semoga bisa mendapat semangat baru untuk tetap belajar, berkreasi dan terus progress meningkatkan kapasitasnya sebagai mahasiswa aktifis. Kantor sekretariat bukan saja menjadi markas, akan tetapi harus bisa menjadi kawah chondrodimuko munculnya orang-orang hebat dengan segala prosesnya sebagi agent social of change. Yaa semoga bermanfaat” tutur staff menteri dalam negeri.
Dalam kesempatan F-KOMIK kali ini juga Waket III mengajak teman-teman mahasiswa membahas peraturan penggunaan fasilitas graha mahasiswa. Terjadi perdebatan yang cukup alot ketika Waket III memutuskan untuk membatasi aktifitas graha mahasiswa pada jam 9 malam. Apalagi beberapa teman-teman aktifis dari keolahragaan dan kesenian yang sangat membutuhkan waktu banyak untuk mencari inspirasi salam berkreasi.
Pembatasan jam ini jelas sangat menggangu kreatifitas mahasiswa. Graha mahasiswa sebagai tempat berkumpulnya para pegiat penggerak mahasiswa tidak bisa lagi menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswa yang bebas jam. Hal itu sama saja dengan kampus yang kemudian tidak bisa bebas berbincang berdiskusi berkreasi sampai kapanpun. Jika kampus sudah membatasi jam. Ditambah lagi graha mahasiswa juga ikut dibatasi, bagaimana bisa Mahasiswa STIAN Pekalongan bisa berkembang? Inilah yang menjadi keresahan teman-teman pemerintahan mahasiswa ketika diberlakukan pembatasam jam aktifitas.
Akan tetapi Waket III tetap kekeuh dengan pendiriannya untuk tetap membatasi jam aktfitas di graha mahasiswa. Beberapa pertimbangan telah disampaikan oleh Waket III kepada teman-teman pemerintahan mahasiswa dan mau tidak mau teman-teman pemerintahan mahasiswa harus melaksanakannya. Tetapi Waket III memberi jalan tengah, ketika ada beberapa aktifitas itu sangat perlu dan dibutuhkan, maka penggunaan graha mahasiswa boleh dijalankan aslkan menghubungi Waket III dan telah mendapat rekomendasi darinya.
Walaupun terjadi silang pendapat dalam musyarah tersebut, akhirnya F-KOMIK ini ditutup dengan bacaan hamdalah dan saling berjabat tangan sebagai tanda kekeluragaan dalam bingkai STAIN Pekalongan Rahmatan Lil ‘Alamin.       

Reaksi: