Selamat Datang di Website BEM STAIN Pekalongan. segala informasi ada disini * Selamat Datang di Website BEM STAIN Pekalongan. segala informasi ada disini

Tuesday, March 31, 2015

Pelatihan Da'i Transformatif 2015

Sabtu-minggu, 28-29 Maret 2015 digelar Pelatian Da’i Transformatif yang dipersembahkan oleh Kementerian Agama dan Sosial BEM STAIN Pekalongan bekerjasama dengan HMJ Uhuluddin Dakwah. Acara yang dilaksanakan di Gedung NU Kota Pekalongan ini diikuti oleh 30 Peserta yang kebanyakan adalah anggota HMJ Ushuluddin Dakwah.

“agenda ini berutujuan untuk membekali teman-teman mahasiswa untuk nantinya terjun dimasyarkat. Tidak bisa dielakkan mahasiswa STAIN Pekalongan dituntut harus bisa menyampaikan materi didepan umum. Ada beberapa kejadian yang mana ketika itu mahasiswa disuruh oleh masyarakat untuk menyampaikan materi dalam pengajian majlis ta’lim, akan tetapi mahasiswa tersebut gugup dan tak keluar sepatah kata pun. Hal ini jelas sangat berakibat fatal. Sebagai mahasiswa Perguruan tinggi Agama Islam, sudah menjadi kewajiban kita Untuk bisa menguasai hal-hal dalam agama, akan tetapi tidak cukup itu saja, mahasiswa agama islam harus juga cerdas menyempaikan ilmunya kepada masyarakat umum.” Ungkap Menteri Agama dan Sosial BEM STAIN Pekalongan.
Sedangkan menurut Ketua HMJ Ushuluddin Dakwah, acara ini lebih difokuskan kepada peningkatan keahlian dalam pemahaman akan berdakwah dan public speaking. “cukup jelas bahwa Nabi bersabda: sampaikanlah dariku walau satu ayat. Ini menunjukkan pentingnya berdakwah sebagai proses penyampain transfer of knowledge dan transfer of value kepada masyarakat. Jangan sampai ilmu yang kita dapat hany menjadi konsumsi pribadi. Kita harus mengetok-ularkan kepada masyrakat, salah satunya lewat berdakwah”
Kurdi Fadhol, M.Si sebagai salah satu pemateri pada agenda ini menegaskan jangan hanya puas mendapat materi dari bangku perkuliahan, mahasiswa harus terus belajar tanpa dibatasi oleh empat dinding. “mahasiswa harus bergiat dalam membaca, berdiskusi dan menulis. Apalagi aktifis harus lebih-lebih lagi. Jangan sok sibuk mengurus kegiatan. Kalo membaca dan berdiskusi saja jarang bagaimana nanti ketika mau berdakwah? Apa materi yang akan disampaikan kepada masyarakat?” terang beliau yang diakhiri dengan pertanyaan.
Pada akhir acara ini, setiap peserta  maju satu persatu melaksanakan simulasi dakwah berdasarkan materi-materi yang telah diterimanya. Hal ini sebagai folow-up jangka pendej disamping nanti tetap ada follow-up jangka panjang. Semoga dengan acara ini muncul kader-kader da’i yang cerdas dan bisa membawa perubahan dalam masyarakat.   

Reaksi: